Parenting dan Anak
Ini Dia, 4 Tips Mendidik Generasi Alfa yang Perlu Diketahui Orang Tua

Ini Dia, 4 Tips Mendidik Generasi Alfa yang Perlu Diketahui Orang Tua
Dalam pembahasan di artikel sebelumnya telah dipahami mengenai 7 karakteristik generasi alfa. Dari berbagai karakteristik tersebut, orang tua perlu mewaspadai ancaman bagi perkembangan anak di masa depan. Disinyalir generasi ini memiliki kekurangannya sendiri, akibat penggunaan gawai sejak usia dini.

Contohnya adalah terbatasnya komunikasi verbal anak di generasi alfa, daya juang yang rendah karena ketersediaan informasi yang serba instan, sulit beradaptasi dan lain sebagainya. Ada pula dampak negatif dari pengenalan gawai kepada generasi alfa sejak usia balita seperti obesitas karena kurang gerak, pengaruh radiasi, kecanduan games, dan gangguan tidur. Bahkan berpengaruh pula pada mental anak.
 
Nah, sebagai orang tua apa saja yang perlu dilakukan dalam mendidik generasi yang dikenal sebagai digital native tersebut? Simak ya beberapa tips yang bisa dilakukan oleh orang tua dari generasi alfa. Apa saja tipsnya?
 
Ini dia 4 tips untuk mendidik generasi alfa bagi orang tua, yaitu:

  • Tanamkan nilai-nilai yang dibutuhkan anak sejak usia dini seperti rasa aman dan kasih sayang dari orang tua, kepercayaan diri, kemandirian, ketangguhan, pengertian bahwa manusia adalah mahluk sosial, rasa cinta kepada alam sekitarnya seperti pada binatang dan tumbuhan. Tumbuhkan pula nilai-nilai akhlak mulia seperti kejujuran, setia kawan, tanggung jawab, dan lain-lain.
  • Latih dan beri stimulus untuk panca indera anak sesuai pertumbuhan usianya. Ajak anak berolahraga agar mereka sanggup mengenal setiap fungsi tubuhnya. Lakukan dengan permainan yang melibatkan fisik, tapi tetap aman baginya. Contohnya seperti menari atau mengeksplorasi alam dengan lomba lari, berenang di sungai, main bola di lapangan rumput, dan sebagainya.
  • Batasi aktivitas anak dengan gawai. Tentukan waktu bagi anak untuk berinteraksi dengan komputer, tablet, iPad atau ponsel pintarnya tersebut. Sesuaikan dengan usia anak dan ikuti saran dari pakar parenting serta psikolog mengenai hal ini.
  • Cari alternatif media lain bagi anak ketika mereka membutuhkan informasi atau hiburan serta pengalaman lainnya. Misalnya alih-alih mencari informasi dari internet coba berikan anak buku atau ensiklopedi. Jika dianggap terlalu tebal atau merepotkan, cari e-book yang sesuai dengan informasi yang dibutuhkan. Daripada bermain games online, kenalkan anak dengan permainan tradisional yang melibatkan orang banyak secara fisik. Contohnya ular tangga, halma, monopoli, dan sebagainya. Selain pandai mencari tayangan edukasi dan film kartun favorit anak di YouTube, ajak mereka menontonnya di layar televisi atau komputer agar bisa dinikmati bersama-sama anggota keluarga lainnya.
 
Tentu tidak mudah sebagai orang tua untuk menerapkan keempat tips di atas secara bersamaan. Apalagi jika anak Anda berada di usia sekolah atau telanjur menjadi kebiasaan dalam berinteraksi dengan gawai sejak usianya balita. Namun, dengan tekad kuat dan kerjasama anggota keluarga, empat tips tadi bisa dilakukan secara bertahap.
 
Sehingga apa yang dicita-citakan oleh orang tua, seperti memiliki anak dengan kecerdasan akal dan kemuliaan akhlak pun dapat tercapai. Semoga keempat tips tadi bermanfaat, ya!








Parenting dan Anak Lainnya
Boleh Mengkonsumsi Pil Penghambat Haid, Tapi Harus Siap Dengan Resikonya
Boleh Mengkonsumsi Pil Penghambat Haid, Tapi Harus Siap Dengan Resikonya
Selasa, 08 Agustus 2017 10:00 WIB
Ayah Bunda, ibadah haji telah datang. Berbagai kabilah berdatangan untuk mendatangi Mekkah dan Madiah, dua kota suci. Untuk memperlancar ibadah Haji, biasanya wanita menggunakan pil untuk menghambat menstruasi.Dengan berbagai pertimbangan baik medis dan syariat, kami lebih berpendapat agar jamaah haji wanita muslimah selama 30 hari atau lebih beribadah haji, sebaiknya tidak menggunakan pil pencegah haid dengan beberapa pertimbangan:
7 Kewaspaadaan yang Sebaiknya Dimiliki Anak Terhadap Pelecehan Seksual (1)
7 Kewaspaadaan yang Sebaiknya Dimiliki Anak Terhadap Pelecehan Seksual (1)
Senin, 08 Agustus 2016 04:11 WIB
Menyikapi maraknya kasus pelecehan seksual pada anak akhir akhir ini, ajarkan anak kewaspadaan dalam keseharian. Tidak ada satu orang tua pun yang bisa 100% menduga apa yang akan dihadapi anak saat tak ada di samping mereka. Kejahatan senantiasa mengintai dimana saja.”Tidak ada cara terbaik untuk melindungi dan mencaegah kejadian buruk yang menimpa anak, selain memberdayakan anak itu sendiri” ujar Vera Itabiliana Hadiwidjojo M.Psi, psikolo anak dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia.
Romantisme Rasulullah kepada Istri
Romantisme Rasulullah kepada Istri
Selasa, 27 September 2016 04:19 WIB
Ayah Bunda, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassallam adalah teladan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam rumah tangga. Apa sajakah yang Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassallam lakukan untuk membahagiakan istrinya? Mari kita simak pembahasan beberapa hadits berikut ini:
Tafsir Singkat Ibnu Katsir: “Maka Serahlah kepada-Ku orang orang yang mendustakan Al Quran”.
Tafsir Singkat Ibnu Katsir: “Maka Serahlah kepada-Ku orang orang yang mendustakan Al Quran”.
Kamis, 02 Februari 2017 09:40 WIB
Ayah Bunda, jika Allah menimpakan suatu becanda, maka tidak ada yang bisa menghilangkannya selain Allah. Dan jika Allah mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Seperti kasus yang terjadi di Indonesia kini, diterangkan pada surat Al Qalam ayat 44. Berikut tafsir singkatnya.

Perlu Bantuan?

Hai, Saya Suriksodi Saputro Anda memerlukan bantuan saat belanja produk? Asisten belanja Anda siap membantu Anda, atau Anda membutuhkan informasi lebih lengkap tentang produk-produk kami silahakan hubungi saya.

Hubungi Saya Tentang Saya